Humor dan seperangkatnya

Beberapa orang mungkin beranggapan pernyataan yang dikeluarkan oleh seorang itu lucu, agak lucu, ataupun lucu sekali. Tapi bisa juga pernyataan tersebut menjadi hal yang biasa saja, atau bahkan bisa menyinggung perasaan. Kadang bagi teman yang sudah saling akrab, beberapa pernyataan ekstrim yang saling mereka keluarkan terkesan sangat aneh dan tidak bisa diterapkan pada orang yang baru saja kenal. Bisa jadi bencana. Atau humor dilakukan pada situasi yang kurang tepat. Ini juga bisa jadi kurang bagus. Inginnya lucu, tapi malah jadi gak lucu, bahkan menyebalkan. Jayus kan jadinya. Ada juga yang menggunakan kekurangan orang lain sebagai bahan humor, kekurangan fisik misalnya. Ini juga menurut saya kurang cerdas. Banyak khan kita lihat di televisi kasus seperti itu. Sebenarnya banyak sekali di sekitar kita yang bisa dijadikan bahan humor tanpa melecehkan orang lain, tanpa pembunuhan karakter. Kita ambil contoh stand up comedy. Sekarang sedang ngetren. Para comic (istilah untuk para pelaku stand up comedy) yang cerdas, akan menggunakan lawakan yang tidak menyinggung. Banyak orang yang demi ingin menciptakan hal yang lucu sampai menyinggung perasaan orang lain. Kalau sudah teman akrab mungkin bukan masalah, tapi ketika belum akrab akan sangat menyakitkan. Selain para comic (pelaku stand up comedy), biasanya para kaum pria untuk menarik lawan jenis juga menggunakan guyonan-guyonan. Nah, disini rawan untuk mencari guyonan yang kurang bermutu bahkan cenderung mengejek orang lain. Sebenarnya dalam dunia stand up comedy tidak ada istilah penonton zombie. Penonton zombie itu penonton yang tidak bereaksi ketika dilontarkan lawakan. Biasanya para pelawak akan menyalahkan penonton seperti ini. Kurang cerdas lah, kurang mudengan lah, dll. Tapi sebenarnya yang kurang cerdas adalah pelawaknya. Pelawak harus bisa membuat humor yang universal. Humor yang berlaku untuk siapa saja, dan juga harus bisa mencari humor yang pas pada setiap kondisi audience. Percayalah, banyak sekali hal yang bisa kita jadikan bahan humor dan itu ada di sekitar kita. Humor itu ternyata cara pandang kita terhadap sesuatu. Kita kadang terlalu serius dan lupa untuk menghumorkan sesuatu.